oleh

Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Tamiang Bekuk Jaringan Curanmor Antar Provinsi

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Empat orang tersangka jaringan pencurian sepeda motor (Curanmor) antar provinsi diringkus Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Tamiang beserta dua unit sepeda motor hasil curian diwilayah Hinai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (27/7).

Ke empat pelaku yang di bekuk yakni JZ (49), Al (54), AH (39) dan Sat (34), semuanya warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Dari pelaku disita barang bukti dua unit sepeda motor yakni Honda CB 150 R warna merah dan Suzuki Satria F warna hitam tanpa plat.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Ferdian Chandra, S.Sos kepada Penanegeri.com Senin (31/7) menjelaskan, para pelaku berhasil ditangkap dari pengembangan kasus dengan membawa seorang tersangka berinisial Suy yang sebelumnya ditangkap lebih awal. Suy mengakui menjual salah satu sepeda motor kewilayah Tanjung Pura, Langkat.

Kemudian pihaknya melakukan pengembangan dengan bantuan masyarakat dan aparat kepolisian setempat selanjutnya menemukan titik terang tentang keberadaan pelaku dan sepeda motor hasil curian.

“hingga akhirnya empat orang terduga pelaku kita tangkap berikut barang bukti sepeda motor yang dibawa pelaku diduga kuat barang curian,” terang Kasat.

Lebih lanjut Iptu Ferdian Chandra menjelaskan, tersangka JZ dan Al diburu polisi berdasarkan laporan korban Amirul Mukminin (28) warga Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru Nomor: LP / 19 / V / 2017 / Aceh / / SPKT / Sek. Kuala Simpang, tanggal 24 Mei 2017 tentang dugaan Tindak Pidana Pencurian.

Sama halnya dengan tersangka AH dan Sat, dicari berdasarkan laporan korban, Nining Nurhayati (38) warga Dusun Duku Sari, Desa Purwodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Nomor : LP / 56 / VII / 2017 / Aceh / Res. Atam / Kejuruan Muda, tanggal 04 Juli 2017 tentang dugaan Tindak Pidana Pencurian atau Penggelapan.

Dari tersangka Tim Opsnal menyita barang bukti dua unit sepeda motor, yakni Honda ALL NEW CB150R STREETFIRE Nopol BL 6856 UY dan Suzuki Satria F warna hitam.

“Barang bukti yang disita diperoleh pelaku dengan cara membeli dari tersangka Suy alias Ketua Wan alias Datok (54) warga jalan Tanjung, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat, Sumatera Utara yang sebelumnya telah ditangkap pada 7 Juli 2017 pukul 18.00 WIB di desanya.

Selain tersangka Suy, sambung Kasat Reskrim, polisi juga menagkap dua orang pelaku penggelapan sepeda motor lainnya dengan identitas IP (33) dan MA (22), keduanya juga warga Hinai, Langkat, Sumut yang pernah membantu Suy melancarkan aksinya.

Mereka ditangkap berikut sejumlah barang bukti yakni, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dan satu unit sepeda motor Honda Supra 125 tanpa plat, satu pucuk senjata air softgun, satu buah borgol, dompet berisi SIM dan kartu ATM.

“Fakta penyidikan kasus, diketahui bahwa tersangka Suy alias Ketua Wan/Datok merupakan jaringan curanmor antar provinsi yang telah beberapa kali melakukan perbuatan pidana diwilayah hukum Polres Aceh Tamiang berdasarkan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Vario 125 BL 6292 UU milik warga Kejuruan Muda dan satu unit sepeda motor Honda Vario 150 warna coklat milik warga Karang Baru,” urainya.

Menurut Kasat, modus yang dilakukan tersangka Suy untuk mendapatkan barang milik korban dengan cara mengaku sebagai anggota polisi dengan senjata air softgun yang dimiliki kemudian meminjam sepeda motor para korbannya dengan alasan mengambil uang disuatu tempat, tapi sepmor tak kunjung kembali alias dibawa kabur tersangka.

Setiap sepeda mortor yang berhasil dibawa lari oleh Suy, selanjutnya diberikan kepada rekannya untuk dijual, yakni Naz alias Koko, Aceng dan Encep yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Uang hasil penjualan sepeda motor diberikan kepada tersangka utama yaitu, Suy berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

“Dari sejumlah peristiwa yang terjadi, tersangka IP pernah satu kali mengantarkan Suy, sedangkan tersangka MA mengaku dua kali mengantar Suy untuk melakukan aksinya. Keseluruhan pengaduan masyarakat (Dumas) yang dapat di identifikasi sebanyak enam laporan,” tandasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *