oleh

Tim Pemantau Otsus DPR RI Akan Ajukan Relokasi Proyek IPAL

-Aceh-113 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Tim pemantau Otsus DPR RI meninjau lokasi pembangunan proyek IPAL (Industri Pengolahan Air Limbah) yang selama ini menjadi polemik di kawasan Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Senin (23/10) sore.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon selaku Ketua Tim pemantau Otsus DPR RI dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya meninjau proyek IPAL atas laporan dari masyarakat dan juga pewaris Kerajaan Aceh tentang ditemukannya situs makam Raja Aceh terdahulu di lokasi proyek. Sehinga diperlukan sebuah kajian dan penelitian, setelah dilakukan kajian dan penelitian tentu ada satu pemikiran untuk merelokasi IPAL ini.

“Ini merupakan aspirasi dan kami sudah meninjau langsung, proyek pembangunan IPAL menggunakan anggaran APBN maka akan kita kordinasikan ke komisi terkait, jangan sampai situs sejarah rusak dengan adanya pembangunan ini, situs ini harus kita selamatkan,” tegasnya.

Ketika sudah ada naskah dan surat resmi hasil kajian dan penelitian, sambung Fadli Zon, maka pihaknya akan mengajukan kepada kementrian terkait dalam hal ini Kementrian PUPR sehingga Kementrian PUPR harap memaklumi adanya kejadian ini.

“Peninjauan lokasi proyek pembangunan IPAL oleh tim pemantau DPR RI dilakukan guna menanggapi surat pengaduan dari Forum Silaturrahim Bersama Keluarga Besar Pewaris Raja-Raja Aceh, Keluarga besar Ulee Balang Aceh, Keluarga Besar Habib/Ulama dan Rakyat Aceh pada tanggal 10 September 2017 lalu kepada sekretariat DPR RI,” jelasnya.

“Sore ini saya langsung kembali ke Jakarta karena besok, hari selasa saya akan menghadiri rapat Paripurna membahas masalah Perppu dan sebagian tim pemantau DPR RI juga akan bertolak ke Provinsi Bali,” tandas politis Gerindra itu.

Proyek IPAL

Sementara itu, salah seorang pewaris Kesultanan Aceh, Cut Putri didepan Tim pemantau Otsus DPR RI menyampaikan, pihaknya sebagai pewaris kerajaan-kerajaan Aceh mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap Anggota DPR RI yang berkenan untuk datang langsung ke lokasi proyek IPAL.

“Saya mewakili Forum Silaturrahmi Pewaris Kesultanan Aceh tidak ada maksud dan tujuan tertentu untuk mendapatkan keuntungan dari permasalahan ini. Tetapi kami hanya ingin menjaga dan mempertahankan peninggalan sejarah yang di tinggalkan oleh kerajaan-kerajaan Aceh dahulunya sebagai kepedulian terhadap warisan sejarah aceh yang akan hilang begitu saja jika proyek ini diteruskan,” terangnya

Kunjungan Tim peninjau Otsus DPR RI ke lokasi proyek IPAL turut dihadiri Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, Asisten I Kota Pemko Banda Aceh, Drs Bachtiar, Tuanku Raja Meuraha Meukuta, pihak kontraktor pelaksana PT Nindya Karya serta para keturunan Raja Aceh dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *