oleh

Tim WFQR I Koarmabar Tangkap 2 Kapal Penyelundup dalam Satu Malam

PENANEGERI, Medan – Tim WFQR I Koarmabar berhasil menangkap 2 (dua) kapal bermuatan barang ilegal dalam waktu satu malam di dua lokasi berbeda, Minggu (5/11).

“Kapal kargo kayu KM Bintang Timur GT 60 No 275/QQD bermuatan beras ketan ditangkap diperairan muara sungai Air Masin Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dan kapal KM Usaha Nelayan GT 5 No 2013 phb S7 bermuatan Ballpress yang ditangkap di perairan Tanjung Balai,” demikian disampaikan Kadispen Lantamal I, Mayor (Mar) Jayusman, SH dalam keterangan persnya kepada Penanegeri.com, Senin (6/11).

Dijelaskan, penangkapan kapal KM bintang Timur berawal dari informasi intelijen yang diperoleh Tim WFQR I Koarmabar, bahwa disekitar perairan Idie Rayeuk dan Peurlak, Aceh Timur akan ada kapal yang membawa barang ilegal dari negara Thailand. Berdasarkan dari info tersebut, hari Sabtu (4/11) sekitar pukul 17.00 WIB, tim WFQR I membentuk 3 Tim yang beranggotakan 4 personel setiap timnya.

Kemudian, lanjut Kadispen Lantamal I, Tim tersebut menuju ke daerah tugas masing-masing yang sebelumnya telah dibagi. Sekitar pukul 23.00 WIB, Tim 3 yang berada disekitar perairan Air Masin melihat siluet 3 kapal kargo kayu sedang berlayar menuju muara Air Masin, kemudian Tim 3 berkoordinasi dengan Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Siba II-1-65 dan mengejar 3 kapal Kargo kayu, tersebut.

“Saat dikejar, salah satu kapal kargo kayu melakukan manuver yang membahayakan, sehingga diberikan tembakan peringatan, dan akhirnya kapal yang diketahui bernama KM bintang timur ini mematikan mesin kapalnya dan tim WFQR I Koarmabar berhasil onboard dan memeriksanya,” terangnya.

Lebih lanjut Jayusman menjelaskan, setelah diperiksa, KM Bintang Timur memuat sekitar 60 ton beras ketan dan ditemukan 4 karung pupuk beserta 7 ABK masing-masing, Suhendri (34) Slamet (45), Edy Syahputra (34), Abdul K (45), Mislan (43), Anuar (34) dan Abdul Halim (21).

“Kapal tersebut telah berada dipelabuhan Satun, Thailand sekitar 26 hari dan berangkat dari pelabuhan Satun menuju Air Masin pada hari Jumat 4 November lalu. Namun, nahkoda kapal berinisial N berhasil melarikan diri dengan melompat kelaut saat dilaksanakan penangkapan,” tandas Kadispen Lantamal I sembari mengatakan selanjutnya KM Bintang Timur di Kawal KAL Pulau Siba II-1-65 dibawa menuju Dermaga Mako Lantamal I.

Tim WFQR I

Sementara itu, di perairan Tanjung Balai Asahan Tim WFQR I juga berhasil menangkap kapal Usaha Nelayan GT 5 No 2013 phb S7. Berawal dari laporan intelijen yang menginformasikan akan ada kapal masuk ke perairan Tanjung Balai yang berasal dari Port Klang, Malaysia bermuatan barang ilegal.

Kadispen Lantamal I, Mayor (Mar) Jayusman, SH menjelaskan, dari laporan intelijen yang diterima. Pada hari Sabtu (4/11) sekitar pukul 19.00 WIB Tim WFQR I Koarmabar berkoordinasi dengan Danlanal TBA Letkol Laut (P) Bagus Badari Amarullah, SE untuk melakukan patroli terbatas di perairan Tanjung Balai Asahan dengan diperkuat unsur Lantamal I dan Guskamlabar menggunakan Patkamla TBA II-1-161.

“Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Tim WFQR I dan Patkamla TBA II-1-161 mencurigai satu unit kapal yg melintas di sungai Bagan Asahan. Setelah dilakukan pengejaran, petugas berhasil mengehentikan kapal. Saat di cek, kapal Usaha Nelayan itu bermuatan 50 Ballpress,” terangnya.

“Kapal yang di Nahkodai Hendrik dan Jamal sebagai KKM serta Rahmad sebagai ABK tersebut selanjutnya diserahkan ke KRI Lepu – 861 untuk di bawa ke Mako Lantamal I,” pungkas Kadispen Lantamal I.

Saat ini kedua kapal beserta barang bukti muatan dan para ABK-nya berada di Mako Lantamal I Belawan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar