oleh

Tolak Tes Baca Al Quran di Meunasah, P2K dan KUA Sungai Raya Dilaporkan ke Gubernur Aceh

-Aceh-515 views

PENANEGERI, Aceh Timur – Akibat menolak permintaan masyarakat untuk melakukan tes baca Al Quran di Meunasah atau Masjid, Ketua Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Raya dilaporkan ke Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, Bupati Aceh Timur, Kapolres Langsa, Kajari Aceh Timur dan Ketua Pengadilan Negeri Aceh Timur.

Dalam surat laporan yang ditandatangani oleh empat Calon Geuchik Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, masing-masing Ismail MA, M Zakaria, Sayed Arifin dan Hasbi tersebut disebutkan, bahwa Ketua P2K dan Kepala KUA diduga tidak netral dan transparan dalam proses uji baca Quran calon geuchik, tidak mengindahkan permintaan masyarakat untuk menggelar tes uji kemampuan baca Alquran bagi calon geuchik di meunasah desa labuhan keude.

Selain itu, mereka meminta kepada pemerintah untuk dapat membentuk tim pengawas independen guna mengawasi proses kelengkapan administrasi sampai selesai agar pemilihan geuchik Gampong Labuhan Keude berjalan dengan jujur dan adil. Serta memohon agar segala hal yang menjadi budaya dan adat istiadat masyarakat Labuhan Keude dapat dilaksanakan dengan cermat untuk menghormati syariat islam di Aceh, sebagai bentuk keistimewaan Aceh yg diberikan Negara Republik Indonesia.

Baca Juga  Seorang Jamaah Shalat Subuh di Masjid Alkhalifah Ibrahim Meninggal Dunia

Selain melaporkan Ketua P2K dan Kepala KUA setempat, para calon geuchik tersebut juga menyatakan sikap mendesak P2K agar menunda tahapan pemilihan geuchik sebelum uji membaca Alquran dilaksanakan di meunasah. Juga mendesak kepada Mukim dan Tuha Peut untuk mencopot Ketua P2K.

Sementara itu, Camat Sungai Raya, Murdani, S.STP, M.Si menyampaikan, dirinya telah menerima laporan tersebut. Terkait permintaan tahapan uji baca Al Quran bagi para calon geuchik dilaksanakan di meenasah, dirinya telah berkoordinasi dengan bagian hukum Pemerintah Aceh Timur.

“Pada prinsipnya, usulan atau permintaan masyarakat Labuhan Keude itu sangat bagus dan patut kita apresiasi, namun untuk pelaksanaannya saat ini, kita belum ada petunjuk teknis (juknis). Karena proses pemilihan geuchik di Aceh merujuk pada Qanun Nomor 4 tahun 2009 tentang tatacara pemilihan dan pemberhentian geuchik,” sebutnya.

Dijelaskannya, bahwa berdasarkan Qanun tersebut pada pasal 15 ayat 2 poin c disebutkan bahwa surat keterangan mampu baca al quran bagi para calon geuchik dikeluarkan oleh KUA kecamatan setempat.

“Jadi standar penilaian uji baca Quran menurut standar KUA, karena tidak diatur juknis lainnya, gampong lain di Kecamatan Sungai Raya yang telah melakukan pemilihan geuchik, juga merujuk pada qanun ini,” tambah Murdani.

Baca Juga  Warga Gampong Teungoh Digegerkan Penemuan Tas yang Diduga Berisi Bom

Terpisah, Ketua P2K Gampong Labuhan Keude, Destra yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon selularnya, tidak berkenan menanggapi konfirmasi melalui selular.

“Maaf, datang saja ke Sungai Raya, kita jumpa biar kita jelaskan secara rinci, saya tidak mau konfirmasi via HP,” tutupnya.

Komentar

Berita Terbaru