oleh

Transaksi Money Politik di Bireuen Dapat Mencederai Pemilu Damai 

PENANEGERI, Bireuen – Beredarnya isu transaksi money politik serta adanya jual beli kandidat anggota legislatif dengan harga Rp 300 ribu/satu suara akan menjadi potensi besar merusak perdamaian Disamping bertentangan dengan hukum.

Hal itu dikatakan tiga Panglima Sagoe Daerah 2 Wilayah Batee Iliek, Kecamatan Juli yakni, Pang Sagoe Lampoh Sabi, Tgk Abdul, Hanif dan Pang Sagoe Kubu Habib, Tgk Saiful Bahri serta Pang Sagoe Gunong Syuhada, Tgk Ibrahim, Pang Sagoe Gunong Syuhada saat konferensi pers dengan wartawan, di Bireuen Parte, Kamis (7/2) sore.

“Kami dari tiga Sagoe di Kecamatan Juli menolak tegas hal ini dan tetap akan mengambil tindakan tegas bila politik uang terjadi lagi pada pemilu kali ini,” tegasnya.

Guna mengantisipasi hal ini, kami juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) di gampong-gampong, bekerja sama dengan tokoh masyarakat, Polsek dan masyarakat, guna  mengawal pemilu bersih dan damai.

“Kami juga mengajak seluruh sagoe KPA di Bireuen untuk melakukan hal yang sama, untuk ikut berperan menjaga agar pemilu bersih, damai tanpa kekerasan serta intimidasi,” harapnya.

Baca Juga  Ini 4 Tari Tradisional yang Paling Terkenal di Aceh

Di bagian lain, Tgk Abdul Hanif juga tetap mendukung penuh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen, menegakkan misi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum yang bersih, efesien dan efektif.

“KPA juga tetap mendukung perdamaian dan berkomitmen melahirkan atmosfir politik damai yang menghasilkan demokrasi berkualitas di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Pemilu 17 April 2019 mendatang, disinyalir iklim suhu politik dan demokrasi di Bireuen semakin panas dan rawan serta dapat memicu terjadinya konflik horizontal.

“Hal ini dilihat dari pengalaman Pilkada 2017 lalu di Kabupaten Bireuen, bahkan sudah menjadi rahasia umum terjadinya politik uang. Diduga penyebab salah satunya kecolongan Panwaslih,” sebutnya.

Menyahuti hal ini, sebagai bagian dari KPA tetap memiliki tanggung jawab besar menjaga pedamaian dan demokrasi, di Aceh, khususnya Bireuen, agar tetap aman dan nyaman dalam berpolitik.

Komentar

Berita Terbaru