oleh

Trump Bersumpah AS akan terus Perang di Afghanistan

PENANEGERI, Desk Internasional- Dalam amanat pidatonya sebagai panglima tertinggi (commander-in-chief) Angkatan Perang AS, Presiden AS Donald Trump menentang penarikan mundur tentara Amerika dari Afghanistan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat harus terus berperang di Afghanistan, di mana AS telah berperang selama 16 tahun terakhir.

Dalam sebuah pidato pertamanya selaku Commander in Chief atau Panglima Tertinggi Angkatan Perang AS pada hari Senin malam (21/8), Presiden Trump mengatakan bahwa “insting pertama adalah untuk menarik keluar”.

Namun, mengingat bahwa penarikan pasukan  AS dari Afghanistan dapat membuat kekosongan, sehingga kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) dapat “langsung mengisi”.
Maka Presiden Trump bertekad akan terus memerangi teroris di Afghanistan.

“Saya menyimpulkan bahwa ancaman keamanan yang kita hadapi di Afghanistan dan wilayah yang lebih luas, sangat luas,” kata Presiden Trump.

“Kami bukan nation building (membangun bangsa) lagi, kami membunuh teroris,” katanya.

Presiden Trump tidak memberikan jumlah pasukan tambahan yang akan dikirim ke perang, meskipun pejabat AS mengatakan sebelum pidato tersebut, bahwa mereka mengharapkan dia untuk mengikuti rekomendasi Pentagon untuk kehadiran hampir 4.000 tentara baru di Afghanistan.

“Kami tidak akan membicarakan jumlah pasukan atau rencana kami untuk kegiatan militer lebih lanjut,” kata Presiden Trump.

Presiden Trump juga meletakkan pendekatan yang lebih keras terhadap kebijakan AS terhadap Pakistan yang dia tuduh memberi “tempat yang aman bagi agen-agen kekacauan, kekerasan dan teror”.

“Kita tidak bisa lagi diam tentang tempat aman Pakistan untuk organisasi teroris,” kata Trump, yang menguraikan strategi di Asia Selatan.

“Kami telah membayar miliaran dan miliaran dolar pada Pakistan pada saat yang sama, mereka merumahkan teroris yang sangat kami lawan,” katanya. “Itu harus berubah, dan itu akan segera berubah,” tegasnya.

Presiden Trump mengatakan AS menginginkan India untuk lebih membantu Afghanistan, terutama di bidang bantuan ekonomi dan pembangunan.

Dalam Pidatonya, Presiden Trump juga tidak menutup kemungkinan untuk pembicaraan politik dengan Taliban.

“Suatu hari, setelah sebuah usaha militer yang efektif, mungkin akan memungkinkan untuk memiliki penyelesaian politik yang mencakup unsur-unsur Taliban di Afghanistan,” katanya.

“Tapi tidak ada yang tahu kapan dan kapan hal itu akan terjadi,” tambahnya, seraya bersumpah bahwa “Amerika akan terus mendukung pemerintah dan militer Afghanistan saat mereka menghadapi Taliban di lapangan”.

Menurutnya hal itu adalah untuk rakyat Afghanistan, “untuk mengambil alih kepemilikan masa depan mereka,” kata Presiden Trump.

“Kami adalah mitra dan teman, tapi kami tidak akan mendikte orang-orang Afghanistan bagaimana cara hidup atau bagaimana mengatur masyarakat mereka sendiri yang kompleks. Kami bukan pembangun bangsa lagi, (nation building), Kami membunuh teroris,” tandas Presiden Donald Trump. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *