oleh

Tu Sop Kembali Serahkan Kunci Rumah Bantuan BMU untuk Warga Miskin di Jeunieb 

PENANEGERI, Bireuen – Barisan Muda Ummat (BMU) kembali menyerahkan bantuan rumah untuk Muhammad Lidan Hasan, warga Gampong Jeumpa Sikureung, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Selasa (18/12) sore.

Penyerahan rumah dengan sandi 013 ini, diserahkan langsung oleh Imam Besar Barisan Muda Ummat (BMU), Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop Jeunieb).

Sebelumnya, Muhammad Lidan tinggal di rumah tidak layak huni, beratap rumbia berdinding bambu dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Belakangan Muhammad Lidan yang berprofesi sebagai buruh tani, tidak memungkinkan untuk membangun rumah, apalagi selama ini Ia sering sakit-sakitan pasca menjalani operasi bagian kakinya.

Ketua Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat, Tgk M Yusuf Nasir (Abya Rahul Mudi) mengaku, rumah yang diserahkan ini merupakan bantuan pertama di Kecamatan Jeunieb, dibangun dengan dana sumbangan masyarakat, yakni gerakan Rp 10 ribu melalui donasi BMU Peduli Ummat.

“Selama ini BMU sendiri terus membangun rumah dibeberapa kecamatan, dan baru kali ini berhasil dibangun rumah untuk warga miskin Jeunieb, dan pertama ditempat kelahiran BMU,” jelasnya.

Sejauh ini, sambung  Abiya, donasi rumah BMU 013 dibuka selama 11 hari, mulai 16 Oktober hingga 27 Oktober 2018 dengan total donasi yang masuk Rp 28.913.000 dari 203 donatur, termasuk segenggam beras dari masyarakat.

Sedangkan kebutuhan pembangunan rumah BMU untuk Muhammad Lidan sebesar Rp 24.500.000 dengan sisanya Rp 4.413.000 dan ini diserahkan untuk pembangunan rumah BMU 014 di Peudada.

Sementara itu, Imam Besar Barisan Ummat (BMU) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab Pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb mengaku, sejauh ini kita lalai menunggu pengesahan APBA dan APBK oleh DPRK dan DPRA, dana itu tidak akan mencukupi untuk semua rakyak.

“Selama ini kita tidak menyadari, rakyat itu mampu membangun sesuatu tanpa harus mengahrapkan bantuan pemerintah, padahal pergerakan sosial yang kita bangun dalam BMU ini merupakan warisan “Keunubah Endatu” (leluhur) orang Aceh, salah satunya pembelian pesawat RI 001 yang menjadi ikon Aceh daerah modal Kemerdekaan RI.

“Ummat Islam yang peduli dalam BMU belum mencapai 500 orang, tetapi setiap bulan BMU mampu membangun satu unit rumah. Sekarang BMU sudah membangun 14 unit rumah. Bisa dibayangkan bila jumlah ribuan orang, maka dalam satu bulan bisa terbangun 10 unit rumah bagiu warga miskin,” sebut Tu Sop yang juga Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Aceh itu.

Komentar

Berita Terbaru