oleh

Tukar Jet Sukhoi Russia dengan Kopi, Sawit dan Teh Indonesia

PENANEGERI, Jakarta- Barter antara pesawat jet Sukhoi buatan Russia, ditukar dengan aneka produk hasil bumi Indonesia seperti kopi, sawit, dan teh sedang dijajaki.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang telah melakukan kunjungan kerja ke Russia. Salah satu agendanya, membahas imbal dagang antara Sukhoi SU-35 dan sejumlah produk ekspor Indonesia seperti kopi dan teh.

Menurut Menko Polhukam Wiranto mengatakan, kerja sama dagang seperti itu bukan hal baru. Saat Wiranto menjadi Panglima TNI, 1998 lalu, hal yang sama sudah pernah dilakukan.

“Jadi ini bukan hal baru, saya sudah pernah melaksanakan itu tahun 98. Waktu itu beli Sukhoi. Sejak saya Panglima TNI tahun 98 sudah diberlakukan hal itu. Komoditasnya macam-macam, sesuai dengan penjual atau pihak ketiga,” ucap Wiranto di kantor Wapres, Jakarta, (7/8).

Wiranto menuturkan, mekanisme imbal dagang tidak akan memunculkan masalah. Meskipun tak banyak negara yang mau melakukan mekanisme seperti ini.

“Tapi ada beberapa negara yang enggak mau. Imbal Beli itu bukan suatu hal yang tidak mungkin dan tidak ada masalah dan sangat baik,” kata Wiranto.

Wiranto mengatakan, sejauh ini, baru Russia saja yang mau memberlakukan imbal dagang menggunakan komoditas dari Indonesia. “Sementara itu (hanya Russia) yang kita bincangkan kemarin,”pungkas Wiranto.

Pembelian pesawat Sukhoi SU-35 merupakan rencana dari BUMN Indonesia, yaitu PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, terkait rencana menggantikan armada F-5 Indonesia yang sudah lama.

Sepekan ini, isu perdagangan barter antara Indonesia dan Russia menjadi ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Dengan menawarkan produk eskpor strategis seperti sawit dan kopi, Indonesia akan bisa memiliki 11 pesawat tempur canggih.

Perbincangan tukar barter antara jet sukhoi dengan hasil bumi indonesia ini dimulai sejak Jumat pekan lalu, ketika Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melalui rilisnya mengumumkan kesepakatan yang terjadi antara Indonesia dan Russia. Kedua negara sepakat untuk melakukan tukar guling atau barter dalam hubungan perdagangan.

Sejumlah produk ekspor strategis dari Indonesia seperti kopi, teh, dan minyak kelapa sawit hasil kebun Indonesia akan ditukar dengan 11 Sukhoi SU-35 buatan Russia.

Bahkan, pemerintah pun akan mengikut sertakan produk-produk industri strategis pertahanan untuk mendapatkan pesawat tempur tersebut.

Kesepakatan Indonesia-Russia ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Usaha Milik Negara Rusia, Rostec, dengan Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Menteri Enggartiasto Lukita juga sudah bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Gleb Sergeevich Nikitin di Rusia.

Rencana pembelian 11 Sukhoi tersebut, untuk menggantikan armada F-5 Indonesia yang sudah usang.

“Imbal dagang di bawah supervisi kedua pemerintah ini diharapkan dapat segera direalisasikan,” kata Enggartiasto Lukita dalam keterangan resminya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *