oleh

Tuntut Bayar SHT, Ratusan Pensiunan Karyawan Serbu Kantor Pusat PTPN I Langsa

PENANEGERI, Langsa – Ratusan pensiunan karyawan menyerbu Kantor Pusat PTPN – I Langsa, untuk menuntut pembayaran Santunan Hari Tua (SHT) yang sejak 8 bulan belum juga dibayar, Rabu (22/5).

Amatan Penanegeri.com, sebelum menuju Kantor Pusat PTPN I Langsa, massa terlebih dahulu berkumpul di Mushala RSCM selanjutnya mereka menuju ke kantor pusat menggunakan kendaraan roda dua dengan membawa spanduk.

Setibanya di Kantor Pusat PTPN I Langsa, sekitar pukul 09.00 WIB, massa secara bergantian melakukan orasi di depan pintu masuk. Setelah beberapa menit berorasi, akhirnya massa dipersilahkan masuk ke halaman kantor pusat dan bertemu dengan Dirut Utama, Uri Mulyari, Direktur Operasional, Desmanto dan Direktur Komersil, Faisal Ahmad.

Dihadapan Direksi, Koordinator Lapangan, Hamler menyampaikan, yang belum menerima SHT merupakan pensiunan karyawan periode 2013 hingga 2018, dengan jumlah 952 orang dan total tunggakan santunan sebesar RP 105.3 Miliar.

Dijelaskannya, terakhir kami menerima SHT pada Agustus 2018, pada masa Direktur Komersil, Arfinaldi dan Direktur Operasional, Sayed Abd Rahman, tapi sejak kedua Direksi itu diganti progres pembayaran SHT tidak jelas hingga delapan bulan dan baru hanya dibayar satu kali saat menjelang bulan suci Ramadhan yakni sebesar Rp 2,5 juta perorang.

Baca Juga  Toke Suum Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan

Karenanya, kami meminta kepada Direksi PTPN I Langsa, untuk membayar SHT menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H dengan nilai yang wajar dan kami minta akhir tahun 2019 sisa SHT yang belum dibayar harus lunas semua.

“Direksi PTPN 1 harus membuat progres pembayaran SHT, karena kami butuh dana untuk kehidupan sehari – hari, anak sekolah bahkan ada diantara kami yang tidak memiliki rumah sudah terbelit hutang, sehingga besar harapan setelah pensiun uang SHT dibayar sehingga bisa menyelesaikan hutang,” ucapnya.

Penisunan karyawan
(Penanegeri/M Rizal) : Dirut Utama didampingi Dirops dan Dirkom PTPN I Langsa, saat memberi penjelasan kepada pensiunan karyawan, Rabu (22/5).

Pada kesempatan tersebut, Dirut Utama, Uri Mulyari menceritakan, bahwa untuk membayar sekaligus SHT pensiunan karyawan, perusahaan tidak sanggup, karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, namun kami akan dibayar dengan cara dicicil setiap bulannya.

“Tidak benar jika dikatakan Direksi tidak peduli terhadap pensiunan karyawan, karena apa yang dirasakan oleh para pensiunan juga kami rasakan. Kami akan berusaha membayarnya dengan cara mencicil, jika harus dibayar lunas maka akan kita sampaikan ke holding,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Operasional, Desmanto menuturkan, saat ini banyak aset yang tidak optimal, sementara banyak hutang yang harus dibayar oleh perusahaan. Namun, demikian kita terus berusaha untuk meningkatkan produksi dan alhamdulillah berhasil, tapi tidak sebanding dengan jumlah hutang perusahaan yang harus dibayar.

Baca Juga  Album Perdana Fira “'Cinta Berubah Makna” Siap Menyapa Warga Aceh

“Terkait tuntutan harus melunasi semua SHT sampai akhir 2019, perusahaan tidak bisa memenuhi hal tersebut,” tutupnya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Direksi, perwakilan massa dengan Direksi mengadakan pertemuan secara tertutup.

Komentar

Berita Terbaru