oleh

Uji Coba THAAD Berhasil

PENANEGERI, Desk Internasional – Amerika Serikat mengatakan pada hari Selasa (12/7) bahwa pihaknya telah berhasil menembak jatuh misil IRBM (intermediate-range ballistic missile) yang serupa dengan misil yang dikembangkan oleh negara Korea Utara, dalam sebuah uji coba pertahanan misil/rudal THAAD yang baru.

Uji coba tersebut merupakan yang pertama dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) melawan IRBM yang masuk menyerang, yang menurut para ahli merupakan target yang lebih cepat dan lebih sulit untuk dicapai dari pada rudal jarak pendek.

Sistem pertahanan anti misil/rudal berbasis darat ini dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek, dan menengah.

Dalam uji coba hari Selasa (11/7) di Kodiak, Alaska, THAAD berhasil menembak jatuh sasaran rudal balistik yang diluncurkan dari pesawat C-17 yang terbang ke utara Hawaii, demikian menurut US Missile Defense Agency.

AS telah menginstal THAAD di Guam dan di bekas lapangan golf di Korea Selatan sebagai sistem pertahanan anti rudal.

Negara China menyatakan sangat menentang sistem THAAD tersebut, percaya bahwa hal tersebut mengganggu keamanan operasi militer China.

Ketika pengumuman penerapan THAAD dibuat tahun lalu, Korea Utara menjanjikan sebuah “tanggapan fisik”, ┬áseperti yang dinyatakan oleh media pemerintah Korut yang menyatakan “kemauan yang tak tergoyahkan dari tentara kita untuk melakukan serangan balasan yang kejam”

Namun uji coba THAAD di Kodiak, Alaska itu telah terbukti berhasil untuk menjajal kemampuan sistem THAAD melawan serangan IRBM, sebuah rudal balistik jarak menengah yang disimulasikan.

Badan Pertahanan Rudal A.S. mengatakan bahwa IRBM yang disimulasikan dirancang untuk berperilaku serupa dengan jenis rudal yang dapat mengancam Amerika Serikat.

“Demonstrasi yang sukses terhadap THAAD terhadap ancaman rudal jarak jauh IRBM memperkuat kemampuan defensif negara tersebut untuk menghadapi ancaman rudal dari Korea Utara dan negara-negara lain,” jelas U.S. Missile Defense Agency Badan Pertahanan Rudal dalam sebuah pernyataan seperti dirilis oleh kantor berita Reuters, Rabu (12/7).

Amerika Serikat telah menempatkan sistem pertahanan THAAD di negara Korea Selatan tahun ini untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan rudal jarak pendek Korea Utara.

Penempatan THAAD ini juga telah menuai kritik dan protes keras dari China, yang mengatakan bahwa radar sistem kuat tersebut dapat menyelidiki jauh ke dalam wilayahnya.

Awal bulan ini Moskow dan Beijing, dalam sebuah pernyataan bersama, meminta Washington untuk segera menghentikan penempatan sistem THAAD di Korea Selatan.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Washington menggunakan Korea Utara sebagai dalih untuk memperluas infrastruktur militernya di Asia dan berisiko mengganggu keseimbangan strategis kekuasaan di wilayah tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *