oleh

Umat Muslim kembali Beribadah di Masjid al-Aqsa di Yerusalem

PENANEGERI, Desk Internasional- Warga Palestina telah kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk pertama kalinya dalam waktu kurang dari dua minggu, setelah Israel memindahkan peralatan pengintai dan rintangan lainnya, termasuk pintu detektor logam di gerbang menuju tempat suci Kompleks Al- Aqsa / Al-Quds.

Ribuan pria, wanita dan anak-anak berjalan pada hari Kamis (27/7) ke kompleks Al-Aqsa, di mana adzan yang merupakan seruan untuk shalat terdengar dari Masjid al-Aqsa lagi.

Detektor logam telah disingkirkan semalam oleh pihak berwenang Israel.

Piranti yang baru dipasang dimana kamera dipasang sebelumnya juga dibersihkan pada hari Kamis, setelah mana polisi Israel mengumumkan bahwa semua tindakan keamanan baru telah dihapus.

Orang-orang Palestina menuju ke tempat suci setelah dua minggu melakukan demonstrasi menentang pembatasan yang dipaksakan Israel untuk masuk di kompleks Al-Aqsa

Warga muslim Palestina melakukan shalat di jalanan dan di luar gerbang menuju Kota Tua.

Warga Muslim Palestina kembali memasuki kompleks masjid Al-Aqsa setelah Israel mencabut alat-alat pembatasan keamanan al-Aqsa, seperti pintu detektor logam.

Warga Palestina berkumpul di al-Aqsa pada hari Kamis setelah pejabat dari otoritas Wakaf Islam, yang mengelola kompleks Masjid al-Aqsa, memberi lampu hijau untuk kembali melakukan sholat di sana.

Namun, salah satu gerbang, Bab Hutta, tetap ditutup oleh pasukan Israel.

Selama 13 hari warga Palestina memprotes siang dan malam, menolak untuk berdoa di dalam kompleks tersebut setelah Israel memasang detektor logam di pintu masuknya.

Warga Palestina melihat pemasangan peralatan tersebut saat Israel menegaskan pengontrolan lebih lanjut.
Pembatasan itu tersebut muncul setelah serangan pada 14 Juli dilakukan oleh tiga warga Palestina Israel, yang membunuh dua polisi Israel di Kota Tua Yerusalem.
Ketiga pria itu kemudian dikejar di dalam kompleks sebelum ditembak oleh pihak keamanan Israel. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *