oleh

UNICEF: 10 juta orang Anak-anak di Yaman Butuhkan Bantuan Segera

PENANEGERI, Desk International – UNICEF (United Nations Children’s Fund) menyatakan bahwa kebanyakan anak-anak di Yaman hari ini dan hari-hari yang akan datang kekurangan perawatan medis, nutrisi, air bersih, sanitasi dan pendidikan yang memadai, demikian pernyataan  badan PBB UNICEF.

Sedangkan sejauh ini sudah terdapat sejumlah 270.000 orang terkena wabah kolera di Yaman, anak-anak juga sangat terdampak atas krisis kesehatan di Yaman ini.

Sekitar 10 juta anak di Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, menurut UNICEF, karena negara tersebut menghadapi perang antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan pemberontak suku Houthi.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di halaman Facebook resminya pada hari Kamis (6/7), kantor  UNICEF  di Yaman mengatakan bahwa kebanyakan anak di Yaman kekurangan perawatan medis dasar, gizi yang memadai, air minum segar, sanitasi dan pendidikan yang sesuai.

Program Pangan Dunia mengatakan lebih dari 17 juta orang Yaman tidak tahu dari mana makanan mereka akan datang.

Juga pada hari Kamis, Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan PBB di Yaman, mengatakan pada sebuah konferensi pers di ibukota Sanaa bahwa kelompok bantuan di Yaman telah menarik sumber daya dari perjuangan melawan kekurangan gizi untuk menanggulangi wabah kolera di negara tersebut, hal ini meningkatkan risiko kelaparan sebagai imbasnya.

Untuk itu mereka kini sedang berjuang mencari dana.

“Kami berusaha melakukan yang terbaik, tapi sangat jauh melampaui apa yang bisa kami atasi,” katanya.

Wabah kolera

Pada hari Rabu (5/7), Stephane Dujarric, juru bicara PBB, mengatakan wabah kolera yang dimulai pada bulan April telah menyebar ke 21 wilayah di  Yaman.

Ada 270.000 kasus kolera yang dicurigai di Yaman dan lebih dari 1.600 kematian akibat penyakit ini sejak akhir April, katanya.

Dia mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia dan mitranya menerima 400 ton perlengkapan medis dan peralatan pada hari Selasa, termasuk 30 ambulans dan perlengkapan untuk merawat 10.000 orang di kota Aden dan Hodeida.

Dujarric mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa mitra WHO akan mendirikan 2.350 tempat tidur di 600 titik di seluruh Yaman untuk mengobati korban kolera dengan rehidrasi oral.

Perang selama dua tahun antara Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melawan pemberontak suku Houthi di Yaman telah merusak infrastruktur dan menyebabkan kekurangan obat-obatan di negara paling miskin di dunia Arab.

Menurut pejabat PBB, lebih dari 10.000 orang terbunuh dalam perang tersebut, sementara lebih dari 11 persen penduduk telah mengungsi sebagai akibat langsung dari konflik tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *