oleh

Usai Gasak Uang Milik Warga Bireuen, Pelaku ini Dibekuk Saat Ngopi

PENANEGERI, Bireuen – Tim Sat Reskrim Polsek Kota Juang, Polres Bireuen berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian, berinisial MA (30) warga Desa Kuta Baro Kecamatan Kuala, kabupaten setempat, Kamis (9/1).

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, M.Si melalui Kapolsek Kota Juang AKP Sufli mengatakan, ditangkapnya pelaku MA ini atas dasar pengembangan laporan korban Iswandi Bin Masnur (30), warga Desa Kuta Baro, Kuala, Bireuen, Kamis (9/1) sekira pukul 11.40 WIB.

Menurut Sufli, berdasarkan keterangan korban Iswandi, saat kejadian dirinya tertidur dikamar rumahnya, sementara tas, hp dan dompet berisikan uang tunai berada didekatnya hilang.

“Usai menerima laporan, tim yang dipimpin Kanit Reskrim Bripka Abdul Gafur dan personel lainnya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dengan mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Sufli.

Kebetulan, lanjutnya, di rumah tetangga korban adanya CCTV, dari hasil rekaman tersebut kami berhasil melacak wajah yang diduga pelaku.

“Diduga pelaku ini telah mengetahui tentang situasi rumah korban, sehingga Ia leluasa melakukan aksi pencurian di siang hari,” terangnya.

Setelah mengumpulan barang bukti di lokasi serta hasil rekaman di CCTV, pelaku berhasil dibekuk saat sedang berada di salah satu warung kopi, di simpang Desa Cot Uno, Kuala, Bireuen.

Setelah diamankan dan dilakukan pemeriksaan secara intensif di Polsek Kota Juang, pelaku MA ini mengakui perbuatannya.

“Dari keterangannya, pelaku melakukan aksinya dengan mencongkel jendela dengan menggunakan paku berukuran 4 centimeter, lalu masuk kedalam dan ikut menggasak uang milik korban dan langsung melarikan diri,” ungkap Sufli.

Dari tangan pelaku MA ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai dan satu unit hp Android merek Xiaomi warna putih.

“MA mengaku, sebagian uang hasil curiannya itu telah dihabiskan untuk membeli rokok serta makan-makan usai melakukan aksinya itu,” sebut Kapolsek Kota Juang, Bireuen.

Guna mempertanggungjawabkan tindakannya, palaku MA dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *