oleh

Usai Pulang dari Spanyol, Pasangan Keturunan Tionghoa di Bireuen Masuk Karantina

-Aceh-7.008 views

PENANEGERI, Bireuen – Pasangan keturunan Tionghoa, Gunawan dan istrinya asal Kota Juang, Kabupaten Bireuen atau pemilik toko sepeda Sentosa, Jalan Andalas Bireuen yang diketahui baru saja kembali dari negara Spanyol kini telah melakukan karantina mandiri.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Gunawan SIK melalui Kapolsek Kota Juang AKP, Sufli kepada wartawan, Sabtu (28/3) sore mengatakan, usai mendapat informasi dari masyarakat, pihaknya bersama Geuchik Bandar Bireuen, Adnan Adam langsung mengecak ke tokonya yang masih dibukanya dan diperintahkan untuk segera ditutup.

“Selanjutnya Gunawan dan istri beserta keluarganya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan harus segera melakukan karantina selama 14 hari di toko tersebut, makanya tokonya kita minta ditutup,”  terang Kapolsek Kota Juang, APK Sufli.

Menurutnya, keluarga Gunawan dan Isterinya itu berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan telah dilaporkan ke rumah sakit umum daerah (RSUD), dr Fauziah Bireuen yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan virus corona Covid-19.

“Kita telah melapor agar dites, apakah pasutri ini positif atau negatif terhadap virus Corona dan sangat penting dilakukan,” tegasnya.

Selanjutnya apakah pasuntri ini ODP atau PDP, sehingga dapat segera dilakukan pencegahan agar tidak tertular kepada masyarakat lainnya, apalagi mereka tinggal di pusat kota.

Dijelaskannya, sejak merebaknya isu virus corona pihaknya dan personel telah mengkarantina sebanyak 40 orang ODP yang baru pulang dari Malaysia atau negara lainnya yang tertular virus corona.

Kami juga mengimbau kepada warga Bireuen yang baru pulang dari luar negeri atau daerah-daerah lain untuk jujur dan patuh serta wajib melaporkan diri untuk dilakukan karantina mandiri, ikut dicek kesehatannya untuk menjamin keselamatan diri dan orang lain serta lingkungan, terhadap tertularnya wabah virus Corona.

“Bagi masyarakat Kota Juang Bireuen kami minta agar tidak mengadakan acara keramaian dan nongkrong di warung kopi, guna mencegah terjangkitnya virus corona di Bireuen,” pintanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *