oleh

Usai Reka Ulang, Tersangka Pencurian Uang di ATM BRI Ditahan di Rutan Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Usai dilakukan rekontruksi ulang pencurian uang melalui anjungan tunai mandiri (ATM), di Bank BRI di Bireuen, tersangka Der (27) warga Desa Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa langsung ditahan di Rutan setempat.

Der sendiri merupakan pegawai bidang IT di Bank BRI itu dengan leluasa melakukan pencurian uang dalam rentang waktu hampir setahun dengan angka mencapai Rp 900 juta lebih dengan mengotak-ngatik mesin CRM.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Dinmas Adhit Putranto SIK, didampingi Brigadir Zainal Efendi kepada wartawan, Jumat (20/3) mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pimpinan bank tersebut  6 Februari 2020 lalu, dugaan adanya pencurian tersebut terjadi sejak Juli 2018 sampai akhir Desember 2019.

“Berdasarkan laporan itu, maka tim penyidik Polres Bireuen melakukan pengembangan kasus dan meneliti lebih jauh siapa pelakunya. Terakhir tim diketahui dan mengarah, kalau pelakunya merupakan orang dalam yang bertugas di bidang IT,” bebernya.

Selanjutnya tim lapangan menangkap seorang pegawai Bank BRI Cabang Bireuen berinisial Der (27), Kamis (6/2) sekira pukul 12.00 WIB saat sedang berada bekerja di kantor BRI tersebut.

Sementara kemarin, Kamis (19/3) tim penyidik didampingi unsur Kejaksaan Bireuen, melakukan rekontruksi ulang, tentang bagaimana melakukan perbuatan tersebut hingga  menyebabkan bank itu mengalami kerugian mencapai Rp 900 juta.

“Hasil dari pengakuan tersangka Der, Ia melakukan sendiri kendati ada Satpam, tapi tidak mengetahui saat ia memperbaiki mesin CRM, tersangka ikut memindahkan uang ke rekening tersangka itu sendiri,” terangnya.

Sementara Kasie Pidum Kejari Bireuen, Teuku Hendra SH, MH  mengaku, perbuatan tersangka ini memang memerlukan keahlian khusus, terkait bagaimana cara membongkar mesin CRM dan memasukkan data hingga ia bisa mengotak-ngatik, dan data hilang dan uang bisa dikembalikan ke kas.

“Tersangka Der ini sudah ditahan sejak 6 Februari lalu dan dititipkan ke Rutan Bireuen karena sel di Polres Bireuen sedang dalam proses dibangun. Selama di Rutan, tersngak ini tetap harus menjalani pemeriksaan lebih lanjutan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *