oleh

Utusan PBB untuk Timur Tengah Peringatkan Eskalasi di Gaza

PENANEGERI, Internasional – “Gaza akan meledak” (“Gaza is about to explode”)”,  ujar utusan khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, memperingatkan Dewan Keamanan PBB. Pernyataan ini menggambarkan kegentingan situasi di jalur Gaza, Palestina.

Hal ini dikarenakan konflik antara Palestina-Israel terus memanas tanpa prospek untuk adanya resolusi politik, dikhawatirkan “Gaza akan meledak,” kata Nikolay Mladenov seorang pejabat senior PBB, pada hari Kamis 26 April 2018, seraya mendesak kedua belah pihak untuk menghindari bentrokan lebih lanjut di sepanjang perbatasan Israel- Palestina di Gaza.

“Luka lama terus berdarah dan semakin dalam saat kita berbicara, mempertaruhkan pecahnya perang lain,” tukas Nikolay Mladenov, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah (UN Special Coordinator for the Middle East Peace Process), mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB selama debat terbuka tentang krisis yang mempengaruhi wilayah tersebut, seperti dirilis oleh situs resmi PBB, (26/4).

Sementara dalam penjelasannya itu mencakup situasi di Suriah, Yaman dan Lebanon, di mana sebagian besar terfokus pada krisis yang berlangsung di sepanjang pagar perbatasan Gaza, yang berada di perbatasan kantong kecil dengan Israel.

Baca Juga  Aksi Demo di Masjidil Al-Aqsa

Selama empat minggu terakhir, puluhan ribu orang Palestina di Gaza telah berkumpul di pagar perbatasan untuk memprotes blokade daerah kantung yang sudah lama berdiri.

Demonstrasi yang disebut ‘Great March of Return’ diperkirakan akan berlanjut dan mencapai puncaknya sekitar 15 Mei mendatang, dan dapat menyebar ke wilayah Tepi Barat (West Bank) dan seterusnya, kata Mladenov.

Sejak 30 Maret, selama demonstrasi ini, 35 orang Palestina telah tewas dan sejumlah besar terluka oleh pasukan keamanan Israel. Tidak ada korban Israel yang dilaporkan, tambahnya.

Israel telah menuduh Hamas, Jihad Islam, dan militan lainnya menggunakan protes, perempuan, anak-anak dan orang tua, sebagai kedok untuk menyusup ke Israel dan melakukan serangan teroris.

Utusan PBB mendesak Israel untuk mengkalibrasikan penggunaan kekuatan dan meminimalkan penggunaan amunisi tajam, dan meminta Hamas – sebuah faksi Palestina yang mengatur daerah kantong di Gaza – dan para pemimpin demonstrasi untuk menjauhkan para demonstran dari pagar perbatasan Gaza.

Kombinasi dari keamanan, pembangunan dan kemerosotan kemanusiaan, ditambah dengan kebuntuan politik, membuat Gaza  menjadi “tong mesiu,” kata Mladenov, seraya menyerukan tindakan untuk mencegah perang lain di daerah kantong,  di mana kawasan ini pernah  terguncang oleh tujuh minggu bentrokan pada musim panas 2014 lalu antara pasukan Israel dan militan Palestina.

Baca Juga  Ratusan Santri Anak di Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Gaza Palestina Giat Menghafal Al Qur’an

“Orang-orang tidak seharusnya ditakdirkan untuk menghabiskan hidup mereka dikelilingi oleh perbatasan mereka dilarang untuk menyeberang, atau perairan mereka dilarang untuk diarungi,” katanya.

“Mereka seharusnya tidak ditakdirkan untuk hidup di bawah kendali Hamas, yang berinvestasi dalam kegiatan militan dengan mengorbankan populasi,” tambahnya seperti diris oleh situs resmi PBB.

Dia mendesak upaya-upaya yang ditingkatkan untuk mendukung partai-partai dalam memajukan perdamaian Israel-Palestina yang berkelanjutan atas dasar solusi dua negara, dengan Israel dan Palestina hidup berdampingan dengan damai sebagai negara merdeka. (*)

Komentar

Berita Terbaru