oleh

Valentino Rossi Ragukan Kualitas Yamaha 2018 untuk Balapan di Valencia

PENANEGERI, Moto GP – Valentino Rossi telah mengungkapkan bahwa dia tidak yakin apakah Yamaha akan memiliki motor yang lebih siap jelang uji coba di Valencia bulan depan.

Dengan Maverick Vinales akhirnya tersingkir dari perebutan gelar akhir pekan lalu di Phillip Island, fokus penuh Yamaha akan beralih ke motor 2018.

Hal ini dimulai dengan debut prototipe untuk 2018 di Silverstone, namun jenis motor tersebut mungkin juga berbeda dengan spesifikasi akhir karena perlu disesuaikan dengan kondisi mesin.

Valentino Rossi mengatakan bahwa ada kemungkinan mesin baru yang ditunda karena insinyur Yamaha, Iwata Yamaha, terus mengevaluasi kinerja di balapan Sepang dan Valencia.

“Kami belum tahu apakah motor baru itu akan dicoba di Valencia atau apakah baru akan tiba di bulan Februari (untuk uji coba pertama di tahun 2018),” ungkap Rossi dilansir laman MotoGP, Sabtu (28/10).

“Itu sangat tergantung pada bagaimana dua balapan terakhir ini berakhir. Tentu semakin cepat motor baru datang maka akan lebih baik, tapi itu bukan masalah besar. Orang Jepang memiliki begitu banyak gagasan, jadi ada banyak hal yang harus dilakukan dan akan sangat penting untuk mengetahui apakah kami dapat melakukan putaran waktu lebih baik dan kompetitif bahkan pada ban bekas dalam dua balapan terakhir ini,” tambahnya.

Kelemahan terbesar M1 2017 adalah kurangnya traksi belakang, yang membuat Rossi dan Vinales tidak kompetitif dalam stop-start track layout dan grip rendah seperti di Jerez dan Barcelona.

Yamaha menikmati penampilan terbaiknya di beberapa balapan akhir pekan lalu di trek Phillip Island, dan Rossi mengatakan bahwa tim tersebut perlu memahami apakah ini merupakan tanda kemajuan.

“Ini adalah dua balapan yang sangat penting bagi saya. Karena kami harus memutuskan apa yang harus dilakukan dengan pengembangan motornya. Juga penting untuk memastikan seberapa baik kami di Phillip Island. Jika tidak, ini adalah masalah besar dan kami perlu berpikir keras,” sambung mantan juara dunia itu.

“Sepang dan Valencia adalah dua trek yang sangat banyak menggunakan ban belakang, jadi mereka akan membantu kami untuk memahami bagaimana keadaan motor ini,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *