oleh

Verstappen : Balapan Saya Selesai Sejak Vettel Kecelakaan

PENANEGERI, Formula 1 – Max Verstappen membahas apa yang mungkin terjadi di Grand Prix Italia, Minggu (3/9). Setelah bentrokan dengan pembalap tim Williams, Felipe Massa, yang membuat pembalap Red Bull itu harus kembali berjuang dari posisi belakang karena mengalami kerusakan pada mobilnya.

Verstappen dan Massa terlihat bersenggolan, disaat pembalap asal Belanda itu melaju dengan kecepatan penuh di posisi kedelapan. Namun kontak tersebut membuat mobil milik Verstappen mengalami masalah pada bagian depan, memaksanya untuk berhenti di pit dan kembali dengan strategi baru.

Verstappen pun akhirnya mampu menyelesaikan balapan dan meraih satu poin untuk P10, dan saat ia merasa frustrasi karena gagal finis di posisi lebih tinggi, ia tetap senang dengan apa yang didapatkan di lintasan.

“Balapan saya pada dasarnya selesai setelah tiga lap. Kami (Verstappen dan Massa) selalu bermain untuk mengejar ketertinggalan. Kami memulai balapan dengan ban yang lebih lembut dan kemudian saya mengalami masalah pada ban yang sama, jadi saya harus masuk ke pit-stop. Jelas itu adalah hal yang sedikit memalukan, jadi apa yang bisa saya lakukan dalam posisi semacam itu,” ujar Verstappen dilansir f1.com, Selasa (5/9).

“Saya pikir saya masih melakukan balapan dengan cara yang baik, saya cukup senang dengan tingkat kinerja mobil dan peluang saya di trek ini. Daniel (Ricciard) menempati posisi keempat, jadi saya pikir mobil itu bekerja dengan sangat baik. Saya sangat senang meski harus bergantian mendapatkan posisi lebih tinggi,” tambahnya.

“Mudah-mudahan di Singapura kami bisa benar-benar memperjuangkan podium yang tepat. Ini adalah target saya sebelum musim berakhir, secara pribadi, satu podium akan menambah rasa pecaya diri saya,” lanjut Verstappen.

Melihat balapan yang seringkali didominasi oleh tim Mercedes dan Ferrari, Verstappen menambahkan, “Mereka adalah tim yang benar-benar kuat dari segala bidang, dengan pembalap berpengalaman dan mesin yang sangat baik,” sambungnya.

“Saya rasa itu cukup wajar jika keduanya akan bersaing sampai akhir untuk menentukan siapa yang terbaik, jika ada kesempatan, mungkin saya bisa berkarir di salah satu tim tersebut,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *