oleh

Vinales Tak Ingin Yamaha Lakukan Perubahan Sasis

PENANEGERI, Moto GP – Maverick Vinales percaya bahwa perubahan sasis lebih lanjut bukanlah pilihan terbaik utnuk tim Yamaha dalam mencoba memecahkan masalah yang dihadapi di Grand Prix Austria beberapa waktu lalu.

Vinales dan rekan setimnya dari pabrikan Yamaha, Rossi, berjuang mengatasi pengendalian motor di Red Bull Ring dan keduanya berada di belakang pembalap Tech3, Johann Zarco, dengan ditempat keenam dan ketujuh.

Setelah mendominasi bagian awal musim ini, Vinales yang sempat memimpin klasemen balap belum memenangkan perlombaan sejak beralih ke sasis terbaru Yamaha di Assen, dan memiliki podium di  sirkuit Brno dari empat balapan terakhir.

Tapi pembalap berkebangsaan Spanyol itu percaya bahwa perubahan sassis berikutnya bukanlah jalan terbaik bagi Yamaha, dan dia ingin krunya fokus untuk mengoptimalkan paket saat ini dalam tes Misano satu hari sebelum Grand Prix Inggris di Silverstone.

“Masalahnya jauh lebih signifikan daripada mengganti sasis lagi. Mungkin kita harus fokus pada motor dan membuatnya bekerja dengan beberapa cara. Kita harus membuat perubahan besar lagi dalam persiapan dan mencoba untuk melihat apakah ini berhasil. Saya tidak ingin mengganti sasis, saya ingin bekerja sangat keras di Misano dan mencoba untuk siap menghadapi trek di Silverstone,” ujar Vinales dilansir Motorsport.com, Senin (21/8).

Ketika ditanya apakah kembali ke sassis Yamaha 2016 yang digunakan oleh pasangan tech3 Zarco dan Jonas Folger adalah pilihan, Vinales mengatakan, “Saya benar-benar tidak tahu.”

“Tim lebih banyak paham tentang potensi sassis 2016 dan sassis yang kita miliki sekarang. Saya mencoba mengendarai motor dengan cara terbaik,” sebutnya.

Vinales mengatakan setelah putaran Assen bulan Juni bahwa sassis baru tidak sesuai dengan gaya berkendaranya, dan sejak itu harus memodifikasi gaya membalap secara agresif agar sesuai dengan motor Yamaha.

“Saya mengubah gaya berkendara, karena pada awalnya saya memiliki pengereman yang sangat keras dan membuka (throttle) dengan sangat agresif. Tapi sekarang saya harus lebih lancar di semua area untuk membuat catatan laptime. Saya adalah ‘braker’ yang sangat keras dan juga saya melangkah jlebih jauh saat di tikungan untuk emndapatkan kecepatan penuh,” tambah Vinales.

“Tapi sekarang, Anda harus beradaptasi dengan motornya, berusaha agar motornya bekerja. Sekarang saya mencoba membuat motor saya bekerja dan saya harus mengubah cara saya berkendara,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *