oleh

Wabup Bireuen : MAA Harus Mampu Lestarikan Adat Istiadat

PENANEGERI, Bireuen – Guna menghindari pengaruh era globalisasi yang kurang baik, maka pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Bireuen agar dapat melestarikan adat istiadat ditengah-tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bireuen, Dr Muzakkar A Gani SH, M.Si saat mengukuhkan dan melantik Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) untuk lima kecamatan, di Kabupaten Bireuen priode 2019 -2022, di Aula Setdakab Lama, Selasa (17/12).

“Sebagai Lembaga Keistimewaan Aceh, MAA memiliki tugas membangun, membina adat istiadat serta mempersiapkan tokoh-tokoh adat selanjutnya, guna melestarikan kehidupan bermasyarakat dengan nilai-nilai adat Syariat Islam,” sebutnya.

Wabup berharap, kepada pengurus yang telah dikukuhkan dapat membangun Kabupaten Bireuen bersama-sama menuju Bireuen yang lebih baik.

Sementara, Ketua MAA Bireuen, Drs Jailani MM mengatakan, pengurus MAA yang dikukuhkan adalah hasil musyawarah masing-masing kecamatan.

“Selain ketua, sekretaris tiap kecamatan serta pengurus lima bidang masing-masing,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris MAA Bireuen, Drs Syarwan Ibrahim dalam laporannya mengatakan, pengukuhan MAA kecamatan guna terbina dan melestarikan kembali tokoh adat Aceh yang telah berakhir masa jabatannya.

Baca Juga  Susi Handayani, Anak Yatim di Indra Makmur yang Putus Sekolah Karena Faktor Ekonomi

“Selain dapat melestarikan dan membangkitkan semangat seluruhnya dan bagi pengurus mengaktif kembali tokoh adat Aceh dalam  bermasyarakat,” tandasnya.

Pengurus MAA yang dikukuhkan dan dilantik yakni Kecamatan Jeumpa, Jangka, Juli, Kota Juang dan Kecamatan Kuala.

Komentar

Berita Terbaru