oleh

Wakil Bupati Bireuen : Ada 31 Indikator Hak Anak yang Harus Diproritaskan di Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Ada 31 indikator Kota Layak Anak (KLA) yang didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan ke dalam lima kluster pemenuhan hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak (KHA).

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si saat membuka pencanangan dan deklarasi Kabupaten Bireuen sebagai kabupaten Layak Anak serta Pernyataan Komitmen Kecamatan dan Gampong Layak Anak  Tahun 2019, di Aula Lam Setdakab Bireuen, Jumat (5/4).

“Selain hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan. Lalu pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, serta perlindungan khusus,” katanya.

Muzakkar juga mengharapkan poin terpenting dari proses pengembangan KLA, yaitu koordinasi di antara para stakeholder, untuk pemenuhan hak-hak anak yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan.

Karena itu, pihaknya sangat berharap penguatan koordinasi para stakeholder dapat ditingkatkan dan terus melakukan koordinasi secara rutin.

“Anak merupakan tanggungjawab kita di masa depan, kewajiban kita untuk menjadikannya lebih berkualitas, sehingga mereka akan menjadi modal pembangunan,” ujarnya.

Baca Juga  Siswa SD di Bireuen Bersaing di FLS2N

Guna mengujudkan hal ini, maka peran seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha  harus bahu-membahu dan memiliki tanggungjawab bersama.

Sebelumnya, Kepala DPMGP-KB Bireuen, Bob Miswar S.STP M.Si dalam laporannya, kegiatan abupaten Layak Anak merupakan pembangunan kabupaten/kota yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana.

“Program ini  mengarah terhadap transformasi Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on the Right of the Child), baik kerangka hukum ke dalam definisi, strategi dan intervensi pembangunan dalam bentuk kebijakan, tujuan untuk pemenuhan hak-hak anak, pada suatu wilayah kabupaten/kota,” terang Bob Mizwar.

Selama kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas, Badan, Kantor, Instansi terkait, Camat, keuchik, pelaku Dunia Usaha, LSM, Pers peduli anak dan Forum Anak Kota Juang.

Komentar

Berita Terbaru