oleh

Wakil Walikota Langsa Harap Dana Gampong Direalisasikan Sesuai Aturan yang Berlaku

-Aceh-146 views

PENANEGERI, Langsa – Wakil Walikota Langsa Dr H Marzuki Hamid MM, mengharapkan agar penggunaan dana gampong dapat direalisasikan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk meningkatkan sarana dan prasarana, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Demikian disampaikan, Wakil Walikota Langsa saat membuka acara peningkatan kapasitas aparatur gampong dan penyerahan pagu indikatif, Rabu (15/1) di Auala Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Kota Langsa.

Dikatakannya, pagu indikatif ini menjadi pedoman pada penggunaan anggaran gampong dimasa akan datang, semoga dana gampong dapat digunakan dengan baik.

“Jika tahun lalu ada temuan dari Inspektorat, tahun ini kita harap tidak ada temuan, untuk itu selalu berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait, semoga penggunaan dana desa lebih tepat,” harapnya.

Untuk menghindari penyalahgunaan dana gampong, Wakil Walikota meminta para geuchik dalam wilayah Pemerintah Kota Langsa agar dapat memanfaatkan klinik konsultasi penggunaan Anggaran Dana Gampong yang tersedia di Kantor Inspektorat setempat.

Dijelaskannya, sejak tahun 2015 kita sudah minta Inspektorat membuka klinik konsultasi dana desa, para geuchik bisa memanfaatkan klinik ini dalam rangka pencegahan preventif terkait penggunaan dana gampong.

“Tolong dimanfaatkan klinik konsultasi yang sudah disiapkan Pemko Langsa melalui Inspektorat, pak Inspektur tolong diberikan pelayanan yang maksimal kepada para geuchik,” ujarnya.

Lanjut Marzuki, dirinya berharap agar realisasi Anggaran Dana Gampong dilaksanakan pada bulan Januari ini. Selama ini dana gampong cair paling cepat di bulan Maret, ini kita rubah paradigama supaya paling lambat akhir Januari sudah cair.

Menurutnya ada tiga dokumen yang harus disiapkan yaitu Peraturan Walikota tentang rincian pagu indikatif, Qanun Gampong tentang APBG dan kuasa pemisahan buku dari walikota kepada pihak KPPN.

“Ini tergantung kepada para geuchik untuk menyiapkan Qanun Gampong APBG, kalau bisa cair di akhir Januari ini maka Langsa akan menjadi salah daerah yang cepat realisasi ADG,” terangnya.

Pada kesempatan itu Marzuki juga menyebutkan, bahwa geuchik, Walikota dan Wakil Walikota pada hakikatnya memiliki tugas yang sama untuk mengurus rumah tangga secara otonom, hanya saja perbedaan terletak pada luas wilayah, untuk itu Marzuki menghimbau para geuchik untuk dapat melakukan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat di masing-masing Gampong.

“Mari kita pahami, bahawa gampong adalah wilayah otonom untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *