oleh

Warga Aceh Utara Kembali Gelar Aksi di Depan PHE

-Aceh, Unjuk Rasa-191 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Warga sekitar Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali melakukan aksi di depan perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Utara tersebut, Selasa (19/2) kemarin. Aksi itu, diduga terkait masalah perihal besi tua yang ada di PHE.

Aksi ini dikawal ketat oleh aparat kepolisian Polres Aceh Utara. Dalam aksinya, warga juga membentang sejumlah spanduk dengan bertuliskan ‘Kami masyarakat Gampong ini, sebagai pemenang lelang dengan Yayasan Tanglong Nanggroe, kami minta PHE untuk tutup sementara sebelum selesaikan sangketa lelang besi scrap, yang dimenangkan Yayasan Tanglong Nanggroe’.

Koordinator Aksi, Muslim alias Buya Itam, saat dihubungi Penanegeri.com, Selasa (19/2) membenarkan aksi tersebut digelar terkait masalah pelelangan besi tua di PHE yang sebelumnya dimenangkan yayasan miliknya yaitu Yayasan Tanglong Nanggroe.

“Besi tua eks KKS Exxon mobil di areal Point A telah memenangkan lelang oleh Yayasan Tanglong Nanggroe pada tahun 2006 lalu. Masalah ini harus selesaikan, untuk apa walaupun diajak audiensi tapi tidak titik temu,” kata Buya Itam.

Baca Juga  Tahun ini, Baitul Mal Bireuen Belum Salurkan Zakat, Ini Penyebabnya

Buya menambahkan, Yayasan Tanglong Nanggroe merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial. Katanya, sejauh ini (sebelum ikut lelang besi tua), yayasan tersebut memang telah aktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Menanggapi hal tersebut, APO Field HR & General Affairs Superintendent PHE NSB, Armia Ramli mengatakan, besi bekas yang terdapat di lokasi PHE NSB adalah milik negara yang dikelola oleh kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dan dilelang oleh badan lelang negara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Segala hal terkait proses pelelangan besi bekas tersebut tidak berkaitan dengan PHE NSB,” tegasnya singkat.

Komentar

Berita Terbaru