oleh

Warga Gampong Pungkie Segel Kantor Geuchik, Ini Sebabnya

PENANEGERI, Aceh Barat – Kantor Geuchik Gampong Pungkie, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat disegel oleh ratusan masyarakat setempat sejak Minggu (17/9) sekitar pukul 07.30 WIB.

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, pemicu ratusan warga menduduki hingga menyegel kantor Geuchik tersebut akibat Geuchik (Kades) Gampong Pungkie tidak transparan dalam menyampaikan pengelolaan anggaran dana desa (ADD).

Salah seorang warga Gampong Pungkie, Jafar (42) kepada Penanegeri.com, Minggu (17/9) mengatakan, masyarakat sangat kecewa dengan sejumlah sikap dan tingkah Geuchik yang tidak pernah transparan tentang pengelolaan dana desa serta ketidak jujurannya.

“Kantor disegel warga karena Geuchik Bustanudin tidak jelas dan tidak terbuka tentang pertanggungjawaban anggaran desa tahun 2015 dan 2016. Geuchik juga diduga melakukan pemalsuan tanda tangan dan stempel tuha peut dalam membuat rapat untuk penarikan atau usulan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (RAPBG) tahun 2017,” paparnya.

“Geuchik Pungkie juga diduga telah membentuk tuha peut baru Tgk Nyak Raja, padahal tuha peut Hamdani yang diganti sepihak oleh Geuchik tanpa surat keputusan  (SK) dari Bupati,” lanjut bekas Sekdes Gampong Pungkie itu.

Sebelumnya, hari selasa (12/9) lalu, saat warga Gampong Pungkie menggelar rapat umum, Geuchik tidak hadir, sehingga warga yang hadir pada rapat tersebut langsung membuat keputusan bersama yakni menuntut Geuchik Gamping Pungkie Bustanuddin untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *