oleh

Warga Gelar Unjuk Rasa di Depan PHE NSB

PENANEGERI, Aceh Utara – Warga yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Bersama (Kobar) menggelar kegiatan unjuk rasa di depan Poin A, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB, di Gampong Keh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (2/1).

Informasi yang dihimpun Penanegeri.com, unjuk rasa dilakukan warga untuk meminta beberapa poin agar dikabulkan perusahaan di bawah Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) tersebut. Unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi. Kegiatan itu dikawal aparat kepolisian Polres Aceh Utara dan Polsek Nibong.

Unjuk rasa itu dipimpin Koordinator aksi Jafar Abdullah dan Muntahar. Dalam aksinya, mereka mendesak PT PHE NSB agar memperbaiki jalan dari Ceubrek hingga Langkahan yang menurut mereka panjangnya sekitar 38 kilometer dan perbaikan jalan dari Simpang Landeng sekitar 5 kilometer hingga jalan Bukit Indah.

“Kita juga meminta PT PHE untuk memprioritaskan dana CSR untuk masyarakat sekitar perusahaan. Kemudian perihal beasiswa, mengenai perekrutan tenaga kerja dan beberapa poin lainnya untuk mensejahterakan masyarakat sekitar perusahaan,” kata Muntahar.

Baca Juga  AJI Lhokseumawe Gelar Workshop Edukasi Migas untuk Jurnalis

Setelah beberapa saat aksi, pihak PHE NSB menemui para penggelar aksi untuk dilakukan mediasi. Media ini dihadiri sejumlah staf humas. Sedangkan dari kalangan pengunjuk rasa dihadiri Muntahar, M Fadil, Azhar Gram. Kegiatan ini berlangsung tertib.

Hasil mediasi, PHE berjanji akan terbuka dengan dana CSR, akan dilakukan perbaikan jalan dalam tahun ini dan pekerjaan tersebut dalam proses. Kemudian, dalam tahapan pelelangan yang ada di PT PHE semua pihak boleh mengikuti pelelangan yang ada di sekitar PHE.

Pihak PHE juga berjanji akan menciptakan lingkungan sehat dan harmonis serta memperioritaskan tenaga kerja di seputaran lingkungan PHE. Hasil media itu dijanjikan akan disampaikan ke pihak manajemen perusahaan.

Sebelumnya, Aceh Production Operations HR & General Affairs Superintendent, PHE NSB-NSO, Armia Ramli kepada media telah menjelaskan bahwa jalan di beberapa titik tersebut memang telah direncanakan untuk direhabilitasi di tahun 2019 ini.

“Iya, kita rencanakan memang tahun 2019. Namun dalam hal ini kita harus ada persetujuan SKK Migas dan BPMA. Jadi, kemungkinan besar nanti kita akan memperbaiki tiga ruas jalan ke depan ini,” ujar Armia Ramli saat itu.

Baca Juga  AJI Lhokseumawe Gelar Workshop Edukasi Migas untuk Jurnalis

Armia mengatakan, tiga ruas jalan yang tengah direncanakan rehabilitasi itu masing-masing jalan dari Poin A ke Buket Indah, dari Simpang Ceubrek ke Klaster 4 dan terakhir jalan lintasan Landeng depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Dalam hal ini, juga perlu proses administrasi di internal dan proses tender untuk penentuan siapa yang akan melaksanakan kegiatan sebagaimana biasanya. Namun semua ini membutuhkan waktu untuk proses administrasi,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru