oleh

Warga Jambo Aye Butuh Air Bersih

-Aceh-51 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Warga meliputi belasan desa di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara membutuhkan air bersih jaringan PDAM Tirta Mon Pase.

Desa-desa yang dimaksud antara lain Desa Matang Maneh, Lhok Meurbo, Buket Bate Badan, Buket Alue Ie Puteh, Buket Padang, Matang Teungoh, Lhokberingen, Matang Seuke Pulot, Matang Raya, Lueng Tuha, Pucok Alue dan Desa Buket Jrat Manyang.

Selama ini, sebagian besar warga dari belasan desa itu terpaksa harus menikmati air keruh untuk kebutuhan hari-hari. Misalnya untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus bahkan untuk kebutuhan minum.

“Sudah sejak dulu kami tidak pernah menikmati air bersih dari perusahaan daerah yaitu PDAM Tirta Mon Pase. Untuk kebutuhan sehari-hari, kami harus gunakan air yang keruh,” ungkap Sulaiman, salah seorang warga wilayah Kemukiman Jambo Aye Tengah saat menghubungi Penanegeri.com, Senin (11/2).

Keluhan yang sama disampaikan oleh Kepala Desa Buket Jrat Manyang, M Amin. Ia membenarkan di wilayah desanya belum ada pipa jaringan air bersih dari PDAM terkait.

Baca Juga  Polres Langsa Jebloskan Pelaku Cabul Anak di Bawah Umur ke Penjara

“Iya di sini belum ada air bersih. Saya sangat mendukung kalau ada yang mengusulkan pemasangan pipa air bersih karena di sini kami sangat membutuhkan,” kata M Amin.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Matang Maneh, Ridwan, bahwa di daerahnya hingga kini belum ada air bersih dari PDAM yang dialiri, padahal satu dusun di desanya itu sudah dipasang pipa PDAM Tirta Mon Pase sambungan dari Desa Alue Ie Mirah.

“Baru satu dusun yang sudah ada pipa PDAM. Tetapi airnya belum ada. Kalau kita sepakat, mari sama-sama kita buat proposal untuk kita usulkan ke dinas terkait agar kita mendapatkan air layak konsumsi,” tutur Ridwan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Aceh Utara, Razali meminta masyarakat yang berada di belasan desa tersebut agar segera mengusulkan permohonan pemasangan pipa jaringan air bersih ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Provinsi Aceh.

“Nanti diusulkan saja permohonannya ke Perkim. Kalau diusul tahun 2019, biasanya akan terealisasi pada tahun 2021. Tapi dalam permohonannya harus dibuat pemetaan kawasan yang membutuhkan jaringan air bersih,” tandas Razali.

Komentar

Berita Terbaru