oleh

Warga Peusangan Siblah Krueng Bireuen Siap Terima Ganti Rugi Lahan Irigasi

PENANEGERI, Bireuen – Ratusan warga di kawasan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen menyetujui terhadap ganti rugi tanahnya yang terkena pembangunan saluran irigasi  Seuke Pulot, di kecematan setempat.

Ganti rugi pembangunan saluran irigasi Seuke Pulot seluas 23,76 hektare tersebut akan dibayar oleh pemerintah melalui Dinas Pengairan Aceh.

Camat Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Armadi SHI kepada wartawan, Senin (4/11) menjelaskan, seluruh warga telah menyepakati rencana ganti rugi tanah mereka yang terkena proyek irigasi Seuke Pulot.

Menurut Armadi, disetujuinya pembayaran ganti rugi tanah tersebut setelah adanya keputusan bersama dalam pertemuan antara pemerintah dan masyarakat, di Aula Sekdakab Lama Bireuen, Rabu (30/10) kemarin.

“Seluruh warga yang terkena lahan untuk pembangunan irigasi telah menandatangani berita acara, terhadap kesepakatan diatas materai oleh masing-masing pemilik tanah dengan tim dari Badan Pertahanan Bireuen terkait pelepasan hak,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, tambah Ahmadi ikut dihadiri pemilik tanah, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta unsur lainnya. Sementara dari pemerintah sendiri ikut hadir  Sekdakab Bireuen, Ir H Zulkifli SP, Kadis Pengairan Aceh, Ir Mawardi, Kepala BPN Bireuen, Muhamad Irdian serta Kepala KJPP Aceh.

Baca Juga  Tertabrak Sepmor, Tengku Imum Teupin Bate Meninggal Dunia

Seluruh pemilik lahan siap menerima proses ganti rugi. Bila selesainya proses ganti rugi, maka diharapkan tahun 2020, pembangunan saluran irigasi Seuke Pulot, Peusangan Siblah Krueng segera dilaksanakan.

Selanjutnya, sambung Camat Peusangan Siblah Krueng, seluruh data pemilik tanah akan kembali diteliti ulang, dan bila tidak ada lagi kekeliruan, maka seluruh data pemilik tanah tersebut akan diserahkan ke Dinas Pengairan Aceh guna dilakukan pembayaran.

“Pembayaran ganti rugi tersebut nantinya akan ditansper langsung ke rekening masing-masing pemilik tanah sesuai dengan besarnya lahan,” ungkapnya.

Dirincikannya, luas tanah yang dibebaskan untuk pembangunan saluran irigasi Seuke Pulot sendiri sekitar 492 bidang tanah, atau seluas 23,76 hektare.

“Dari data yang telah ditangani, pemiliknya ada 297 warga baik warga Desa Pante Karya, Alue Glumpang, Alue Iet, Awe Geutah, Alue Keupula, Dayah Baro serta milik warga Desa Lueng Daneun, Peusangan Siblah Krueng,” pungkas Camat.

Komentar

Berita Terbaru