oleh

Wartawan di Timika Papua Dipukuli Oknum Polisi

PENANEGERI, Papua – Saldi Hermanto, wartawan Okezone di Timika, Sabtu (11/11) malam, dikeroyok dan dianiaya oleh sekelompok oknum anggota Polres Mimika.

Saldi kepada rekan-rekan wartawan menuturkan bahwa dirinya dianiaya di Pos Terpadu dekat pertigaan Jalan Budi Utomo-Jalan Kartini, Sempan, Timika oleh sekitar enam hingga delapan orang oknum polisi.

“Saya dikeroyok oleh sekitar enam sampai delapan orang di pos itu. Sampai di Kantor Polres Mimika, saya masih dipukuli oleh anggota Brimob di pos penjagaan,” kata Saldi kepada rekan-rekan sesama jurnalis.

Akibat pengeroyokan dan penganiayaan itu, Saldi mengalami luka di bagian kiri wajahnya dan leher.

Oknum
Saldi wartawan Okezone dipukuli oknum polisi (foto: Okezone) Share on Facebook

Saldi wartawan/jurnalis harian di Papua yang juga merupakan kontributor pada media Okezone.com untuk wilayah Timika itu mengaku masih merasa sakit pada rusuk kanannya sehingga kesulitan bernafas.

Akibat pengeroyokan itu, Saldi mengalami beberapa luka lebam akibat dipukuli oleh oknum Polisi yang dikatakan jumlahnya sekitar 8 orang itu. Tak hanya bagian wajah, Saldi juga mengeluhkan sakit dirusuk kanan.

“Saya dikeroyok sekitar enam sampai delapan orang di Pos Terpadu. Sampai di Polres, saya kembali dipukuli oleh anggota Brimob di pos penjagaan,” cerita Saldi kepada wartawan di SPKT Polres Mimika.

Atas kejadian ini Brigjen Pol Rikwanto, Karo Penmas, Div Humas Mabes Polri mengatakan oknum Polri dari Shabara Polres Mimika yang melakukan tindak kekerasan dan pengeroyokan kepada seorang jurnalis Okezone yakni Saldi kini tengah diamankan dan diproses oleh Propam Polres Mimika.

Sedangkan Kabid Humas Polda Papua Kombespol Akmal mengatakan saat ini pelaku pengeroyokan seorang jurnalis tersebut tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Mimika.

“Saat ini oknum anggota Dalmas yang melakukan pengeroyokan terhadap saudara Saldi Hermanto telah diamankan di Polres Mimika. Dan para pelaku masih dalam pemeriksaan Propam Polres Mimika,” jelas Akmal pada Rikwanto yang disampaikan ke redaksi Okezone.

Birgjen Rikwanto juga menjelaskan sebab muasal terjadinya insiden pengeroyokan tersebut yang terjadi pada 11 November 2017 kemarin.

Dalam penjelasannya, tindak penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Sabhara Polres Mimika kepada korban atas nama Saldi yang berprofesi sebagai Wartawan berawal dari korban tidak simpatik kepada anggota yang merespon TKP Perkelahian di pasar malam. Saat itu dimana anggota Dalmas datang mengejar pelaku namun pelaku berhasil melarikan diri, akibat dari kejadian tersebut korban bersama anaknya terjatuh sehingga korban emosi dan menggunggah status di facebook dan membuat kata tidak menyenangkan kepada Kepolisian.

Atas unggahannya di medsos, lanjut Brigjen Rikwanto, oknum Anggota Dalmas mencari penggunggah yaitu Saldi Hermanto, sehingga korban di jemput di warung Jalan Budi utomo (depan Pos Lantas ) oleh Oknum Anggota Dalmas. Kemudian di bawa ke Pos Pelayanan Terpadu setelah berada di Pos terpadu tersebut beberapa oknum anggota Dalmas melakukan pemukulan pada bagian wajah dan ditendang pada bagian belakang.

“Kepolisian juga sudah menerima laporan, Wakapolres sudah menemui korban meminta maaf dan melakukan perawatan kepada Korban, mengamankan pelaku, membuat Laporan Polisi, membawa korban ke rumah sakit dan kasus ini masih di tangani Propam Polres Mimika,” tandasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar