oleh

Wawan Sang Pemakan Paku dari Tasikmalaya Akhirnya Meninggal Dunia

PENANEGERI, Tasikmalaya – Masih ingatkah pembaca pada Wawan Gunawan (44) sang pemakan paku asal Tasikmalaya, yang sempat menghebohkan masyarakat Kota Tasikmalaya akibat aksinya memakan 48 paku itu, akhirnya meninggal dunia pada hari Kamis, 9 November 2017.

Wawan mengembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.30 WIB, Kamis (9/11), setelah satu pekan menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Jenazah Wawan langsung dimakamkan dekat tempat tinggalnya di Jalan Bebedahan, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya, Wawan dirawat di RSUD dr Soekardjo lantaran mengalami sakit di perutnya sejak Senin (30/10) malam. Dari perutnya muncul paku yang hampir menembus tubuhnya. Ternyata Wawan memakan 48 buah paku, dia ditengarai melakukannya akibat tekanan mental kejiwaan.

Tim dokter berhasil mengeluarkan seluruh benda asing dari tubuh Wawan lewat operasi pada Rabu (1/11). Seusai operasi, Wawan dirawat di ruang ICU, sampai dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Budi Tirmadi kepada wartawan menuturkan, dari laporan perawat ICU, kondisi Wawan sempat stabil pasca menjalani operasi, Rabu, 1 Oktober 2017 lalu.

Namun, sesaat sebelum akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa, tekanan darahnya menurun, Jumat, 3 Oktober 2017 kemarin, hingga kondisi tubuh wawan terus menurun hingga menghembuskan nafasnya yang terakhir hari Kamis (9/11).

Adik istri Wawan, Ani Kumaryani mengatakan, Wawan meninggal sekitar pukul 02.30 WIB di ruang ICU. Ketika itu, yang tengah berjaga adalah kakak Wawan, Syarif. Ia menyebut kondisi Wawan memang tak stabil dan melemah usai menjalani operasi pekan lalu.

“Meninggal setengah tiga tadi, Kamis (9/11), kemarin-kemarin sudah sakit mengeluh di bagian perut,” kata Ani pada wartawan saat berkunjung ke rumah duka. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *