oleh

WH Langsa Gerebek Tempat Karaoke, 19 Pelajar Diamankan

-Aceh-171 views

PENANEGERI, Langsa – Petugas Dinas Syariat Islam Kota Langsa dan Wilayatul Hisbah (WH) di backup Polres Langsa, menggerebek tempat karaoke di F.ONE Cafe atau sebelumnya bernama Cafe Boboho, di Jalan Ahmad Yani, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Minggu (2/9) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan 19 pelajar yang terdiri dari laki-laki dan perempuan,” sebut Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif, MM kepada Penanegeri.com, Senin (3/9).

Ia menjelaskan, selain mengamankan 19 orang pelajar yang diduga telah melanggar Qanun Aceh Nomor : 06 Tahun 2014 tentang hukum jinayat yaitu pasal 25 tentang ikhtilat (berpeluk pelukan, bermesraan), pihkanya juga mengamankan pemilik/pengelola karaoke berinisial BW (22) warga gampong setempat.

“Kami juga mengamankan sejumlah berang bukti yakni tiga botol bekas miras, alat-alat karaokean berupa satu unit TV plus satu buah remote, satu unit laptop, dua unit sound system, amplifier dan power serta lima keping CD karaoke,” ujarnya.

Baca Juga  Terkait Sengketa Tanah, Komisi I DPRK Langsa Minta Diselesaikan dengan Mediasi

Ibrahim Latif menambahkan, khusus pemilik/pengelola karaoke beserta barang bukti tersebut kita serahkan kepada penyidik Polres Langsa untuk diproses sesuai dengan Qanun Nomor : 6 Tahun 2014, tentang Hukum Jinayat. Sedangkan, terkait penyediaan tempat/fasilitas terjadinya ikhtilat, melanggar Qanun Kota Langsa Nomor : 3 Thn 2016 tentang Penyelenggaraan Hiburan, yaitu tidak memiliki izin atas penyelenggaraan hiburan/karaoke.

“Kita berharap pihak Polres Langsa dapat memproses pemilik/pengelola karaoke tersebut sesuai dengan qanun dimaksud, sehingga dilakukan proses hukum cambuk,” pintanya.

Sementara, sambung Ibrahim, untuk ke 19 pelajar, selain melanggar Pasal 25 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yaitu tentang ikhtilat (berpelukan, bermesraan sambil berjoget dan berkaraokean), mereka juga telah melanggar Qanun Kota Langsa Nomor 6 Thn 2016 tentang Jam Malam bagi anak usia sekolah/pelajar.

“Mereka selain terancam hukuman cambuk, kita juga akan panggil pihak orang tua/keluarga dan pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru