oleh

WH Langsa Gerebek Warung Karaoke

-Aceh-234 views

PENANEGERI, Langsa – Satu regu petugas Wilayatul Hisbah (WH) kota Langsa diback up personel Polres setempat menggerebek sebuah warung karaoke di kawasan kloneng, Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama, Minggu (28/7) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Berdasarkan laporan masyarakat, warung itu terletak di kawasan persawitan dan menyediakan fasilitas karoeke. Kegiatan karoekeannya sudah meresahkan masyarakat, kegiatan karoekean di warung tersebut sampai tengah malam bahkan jelang pagi,” beber Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Penanegeri.com, Minggu (28/7).

Selain itu, karoekean tersebut diduga kerap kali terjadi pelanggaran Qanun Syari’at Islam. Perangkat gampong dan tokoh masyarakat di sana sudah sering memperingatinya, namun pemilik warung itu membandel bahkan melawan ketika diperingatkan.

“Masyarakat di sana sudah tak sanggup mengatasinya, maka melaporkan kepada kepada petugas Wilayatul Hibah (WH) untuk menggerebeknya,” timpal Ibrahim Latif yang akrab disapa Wak Him.

Kemudian, atas laporan warga tersebut, sekira pukul 00.30 WIB, satu regu petugas WH yang dibantu Sat Reskrim Polres Langsa tiba di lokasi.

Baca Juga  Hendak Perkosa Istri TNI, Pria Ini Dibekuk Polisi

“Saat kami tiba musik karoekean langsung dimatikan oleh pemilik warung. Petugas WH bersama polisi  langsung menggeledah warung tersebut, sebahagian pengunjung telah banyak meninggalkan lokasi,” ucapnya.

Lanjut Ibrahim Latif, di lokasi, petugas mendapatkan sisa miras di dalam gelas. Atas dasar itu, membuktikan bahwa laporan masyarakat selama ini benar, di warung tersebut selain menyediakan fasilitas karoeke juga ada mabuk mabukan, diduga juga ada khalwat, ikhtilat, dan pelanggaran  syari’at Islam lainnya seperti bernyanyi, berjoget diduga bercampur baur laki-laki dan perempuan.

“Pemilik warung tidak kami tahan, karena oleh pak geuchik dan perangkat gampong setempat berjanji akan melakukan pembinaan terhadap pemilik warung tersebut serta membuat surat pernyataan di kertas bermaterai, bahwa pemilik warung tersebut berjanji ke depan di warung tersebut karaoke tidak melewati pukul 22.00 WIB, tidak bercampur baur laki laki dan perempuan, tidak menyediakan fasilitas karoeke yang melanggar syari’at Islam, tidak menyediakan atau memfasilitasi adanya miras, khalwat, ikhtilat dan perbuatan yang Qanun Syari’at islam,” jelasnya.

Baca Juga  Puluhan Pekerja Asing Akhirnya Tinggalkan Aceh Sore Tadi

Apabila ke depan di warung tersebut timbul lagi atau melanggar ketentuan atau melanggar aturan serta melanggar hukum syariat Islam, tambah Wak Him, maka pemilik warung itu, bersedia warungnya ditutup paksa oleh petugas Wilayatul Hibah (WH.

Komentar

Berita Terbaru