oleh

YARA Siap Fasilitasi Napi yang Kabur untuk Kembali ke Rutan Lhoksukon

-Aceh-95 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) siap memfasilitasi para narapidana yang kabur untuk kembali ke Rutan Lhoksukon. Tidak perlu khawatir, YARA juga siap memberikan pendampingan hukum untuk narapidana yang ingin kembali agar tidak dikenakan sanksi oleh pihak Rutan.

“Kami mengimbau kepada saudara kami yang lari dari Rutan Lhoksukon untuk kambali saja, lari dari tanggung jawab kesalahan tidak akan menyelesaikan permasalahan,” ujar Iskandar, Kepala Perwakilan YARA Aceh Utara.

Dikatakan, tidak kembali ke Rutan justru akan menambah masalah dan rasa bersalah akan terus membayangi diri narapidana, sehingga tidak akan nyaman di manapun berada lantaran rasa kesalahan yang belum selesai ditebus.

“Maka dalam hal ini, YARA akan memfasilitasi bagi Narapidana yang akan kembali. Yang jelas mereka tetap khawatir akan mendapat sanksi tambahan jika kembali. Namun YARA siap dampingi agar pihak Rutan tidak memberikan sanksi pada Napi kabur itu,” terangnya.

Untuk itu, jika ada Narapidana yang ingin kembali ke Rutan dengan mendapatkan fasilitasi YARA dapat menghubungi Unit Layanan Publik YARA (Aceh Quick Response) di nomor 0811-6822414.

Baca Juga  Tuntutan Belum Terpenuhi, Ratusan Mahasiswa Unsam Langsa Bertahan Hingga Malam

“Bagi yang masih berstatus tahanan dan masih dalam proses hukum, YARA akan memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma. Kami juga akan memberikan layanan bantuan hukum gratis kepada mereka yang masih berstatus tahanan dan masih menjalani proses hukum. Jadi tidak perlu khawatir akan kehilangan hak pendampingan secara hukum jika kembali,” tegas YARA.

“Menjalani hukuman juga sebagai sikap bertanggung jawab atas perbuatan yang telah kita lakukan, dan ketika kita menjalani dengan ikhlas, insyaallah akan mendapatkan hasil yang baik, apalagi di jajaran Direktorat Pemasyarakatan saat ini, khususnya Ibu Dirjen sangat komit dalam revitalisasi pelayanan di lambaga Pemasyarakatan Bukan hanya pembinaan mental dan prilaku saja, tapi juga ada program pembinaan keahlian yang akan di bekali dengan harapan setelah para warga binaan ini keluar dari Lapas mereka tidak lagi melakukan kesalahan dan juga punya bekal keahlian untuk hidup,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 73 orang narapidana dan tahanan Rutan Lhoksukon berhasil melarikan diri dengan cara mendobrak pintu utama Rutan itu. Hingga kini, baru 27 orang yang sudah berhasil ditangkap kembali.

Komentar

Berita Terbaru