oleh

YARA Surati Prabowo Minta Pelepasan HGU di Aceh

-Aceh-77 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin menyurati Calon Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dengan meminta pelepasan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik Prabowo untuk di bagikan kepada korban konflik di Aceh, Selasa (19/2).

Inisiatif dari YARA menyurati Probowo setelah mendengar statemen Prabowo pada acara debat Calon Presiden dua hari lalu yang di siarkan di televisi, dimana dalam acara tersebut Prabowo menyampaikan akan melepaskan HGU miliknya jika negara membutuhkan.

“Setelah kami dengar statemen Bapak Prabowo dalam debat Calon Presiden itu yang menyatakan HGU miliknya akan dilepas jika negara membutuhkan, oleh karena itu kami ingin agar HGU itu dilepaskan dan diberikan kepada korban konflik di Aceh,” ujarnya.

Pembagian HGU yang luas tersebut dapat mendukung penguatan implementasi MoU Helsinki yang sampai saat ini belum di jalankan secara penuh oleh Pemerintah. Dimana dalam MoU tesebut, dalam angka 3.2.5 di sebutkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia akan mengalokasikan tanah pertanian dan dana yang memadai kepada Pemerintah Aceh dengan tujuan untuk memperlancar reintegrasi mantan pasukan GAM kedalam masyarakat dan kompensasi bagi tahanan politik dan kalangan sipil yang terkena dampak.

Pemerintah Aceh akan memanfaatkan tanah da+! bagi semua mantan pasukan GAM akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan, atau jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila mereka tidak mampu bekerja.

Semua tahanan politik yang memperoleh amnesti akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan, atau jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila tidak mampu bekerja.

Kemudian, semua rakyat sipil yang dapat menunjukkan kerugian yang jelas akibat konflik akan menerima alokasi tanah pertanian yang pantas, pekerjaan, atau jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh apabila tidak mampu bekerja

“Jika Pak Prabowo memberikan lahan HGU nya di Aceh maka ini akan sangat membantu pemerintah dalam merealisasikan MoU Helsinki, dimana dalam angka 3.2.5 di sebutkan semua mantan pasukan GAM Tahanan Politik dan rakyat sipil korban konflik akan mendapatkan tanah pertanian sebagai upaya memperlancar reintegrasi di Aceh,” jelasnya.

YARA juga menyampaikan, saat ini sudah menghimpun lebih seribu data masyararakat Aceh yang korban harta benda nya selama konflik di Aceh yang seharusnya mendapatkan ganti rugi dari Pemerintah sebagai klaim kerugian harta benda sebagaimana di perjanjikan dalam angka 3.2.6 MoU Helsinki bahwa Pemerintah Aceh dan Pemerintah RI akan membentuk Komisi Bersama Penyelesaian Klaim untuk menangani klaim-klaim yang tidak terselesaikan, yang mana kedua poin tersebut belum terealisasikan dari masa pemerintahan SBY dan Jokowi.

Oleh karena itu dengan adanya alokasi lahan dari Prabowo tentu akan sangat membantu masyarakat Aceh.

“Saat ini kami sudah menghimpun lebih dari seribu data masyarakat Aceh korban harta benda yang belum mendapatkan hak nya sebagaimana di sepakati dalam MoU Helsinki dari era pemerintahan SBY sampai sekarang, dengan adanya pelepasan HGU dari Bapak Prabowo tentu akan sangat membantu pemerintah dan masyarakat Aceh,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *