oleh

Zidane Tak Ingin Dianggap Sebagai Pelatih Terbaik Dunia

PENANEGERI, Sepakbola – Zinedine Zidane mengatakan bahwa dia tidak dapat dianggap sebagai pelatih terbaik di dunia karena dia masih belum berpengalaman, meski memenangkan gelar juara Liga Champions dua musim beruntun dengan Real Madrid.

Zidane mengklaim penghargaan FIFA Best Men’s Coach pada hari Senin, saat Cristiano Ronaldo memenangkan penghargaan sebagai pemain terbaik dua kali beruntun dan unggul atas Messi dan Neymar.

Antonio Conte yang melatih Chelsea dan Massimiliano Allegri yang menjadi pelatih Juventus (yang timnya kalah dari Los Blancos di final Liga Champions musim lalu) dikalahkan oleh mantan pemain timnas Prancis tersebut.

Tapi sementara Zidane memilih untuk tidak menyebutkan siapa yang lebih pantas memenangkan penghargaan itu, dia menegaskan bahwa dia masih baru di dunia kepelatihan sepakbola.

“Saya tidak tahu, Anda sebagai media yang membicarakannya. Saya menerima penghargaan ini dan saya percaya ini adalah penghargaan atas pekerjaan yang klub lakukan sejauh ini,” kata Zidane menjelang pertandingan Copa del Rey melawan Fuenlabrada, dilansir Marca, Kamis (26/10).

“Kami telah memenangkan banyak hal dengan tim ini dan pada akhirnya saya bmerasa ahagia, saya tidak di sana untuk mengatakan bahwa saya tidak pantas mendapatkannya. Saya cukup pantas mendapatkannya, tapi pertanyaannya adalah apakah saya pelatih terbaik di dunia? Saya tidak bisa memastikan,” tambahnya.

“Saya pikir ada orang lain yang lebih baik dan hanya itu. Jika dalam 10 tahun saya melatih dan menang, kita bisa membicarakan status ini. Saya tidak peduli, saya tidak ingin tahu apapun tentang itu, yang saya pedulikan adalah pekerjaan, menikmati apa yang saya lakukan dan tidak ada yang lain. Ada orang lain yang suka membicarakannya, yang jelas bukan saya,” terang Zidane.

“Zidane sebagai pemain lebih baik dari Zidane sebagai pelatih. Saya telah bermain selama 35 tahun dan saya baru bekerja sebagai pelatih selama 18 bulan,” lanjutnya.

Copa del Rey adalah trofi yang belum dimenangkan Zidane sebagai pemain dan pelatih, namun pria asal Prancis ingin memperbaiki rekor tersebut musim ini.

“Memenangkan trofi bukanlah sesuatu yang bersifat pribadi, ini adalah tentang tim. Kami senang bermain di dalamnya, karena kami suka bermain di setiap kompetisi, saya tidak menganggapnya sebagai trofi kecil, bagi saya ini adalah salah satu trofi yang bisa kami dapatkan dan itulah niat kami,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *